LBH  GAJAH MADA SATYA DHARMA

SEBUAH KEADILAN BAGI MASYARAKAT

Oleh: Drs. Bambang Diponegoro.Msc.
(Pemerhati Budaya)

 

SECARA bahasa ADIL sama, sedangkan KEADILAN Kesamaan yang tidak berat sebelah, tidak memihak pada salah dan juga tidak memihak pada yang benar.
Seseorang berprilaku adil menentang orang ini tidak perlu berselisih dalam menilai sesuatu dan tidak berpihak kepada salah satu.
Ketika “keadilan” disebut sebelumnya dari kata “sejahtera” (damai) maka itu menunjukkan apa yang harus ditegakkan sebelumnya dalam hidup ini demi kesejahteraan

Bila keadilan telah berhasil ditegakkan dengan sendirinya, maka kesejahteraan akan berhasil dengan mudah. Jika tidak terwujud, kesejahteraan dalam masyarakat dan negara maka kenestapaan yang mendera, karena menyangkut kesejahteraan karena Negara memiliki kekayaan sumber daya alam yang kaya.

Saat pengadilan dinegri ini ditegakkan, maka setiap pemimpin mulai presiden, gubernur, bupati, hakim, jaksa, kepolisian dan yang lainya harus memperjuangkan hakikat keadilan itu sendiri agar tidak ingin ia ingin menegakkan, lalu mulai yang ditegakkannya ke zaliman.

Minimal ada 2 hakikat keadilan yang harus kita pahami.

Pertama
KESAMAAN dalam arti tidak ada yang membantah-bedakan mengubah antara satu dengan yang lain. Dapat menjelaskan dengan persamaan hak, juga untuk persamaan di pengadilan. Siapapun yang memenangkan perlakukanlah yang sama dengan hukuman yang sesuai dengan tingkat kesalahanya. Bukan yang sebalinya, jika orang penting berpangkat, lakukan salah dibiarkan saja. Sementara orang biasa atau rakyat jelata setuju lalu membalas dengan balasan yang melebihi tingkat kesalahanya.
Apakah dengan dia memiliki kedudukan yang sangat penting, maka dia bisa melakukan semaunya?

Kedua
KESEIMBANGAN ini merupakan hakekat yang penting dalam keadilan. Namun, itu berarti setuju dalam menerima sesuatu, Contoh memenangkan dalam posisi, posisi, pangkat dan posisi. Tapi keseimbangan itu antara ukuran, kadar dan waktu. Dari sinilah kita bisa memutuskan dalam keseimbangan jangan sampi terjadi jurang pemisah yang sangat tajam, tidak ada yang memeras. Keadilan dalam arti keadilan berarti proporsional.

Saat kegiatan pembangunan hanya berpusat di tempat tertentu, misalnya di pusat pemerintahan saja, maka itu disebut tidak adil. Karena tidak ada keseimbangan pusat dan daerah, dan jelas ketidakadilan macam ini akan menimbulakan kecemburuan yang sangat berbahaya bagi masyarakat.

Sementara kesejahteraan, ia merupakan lingkungan yang sangat didambakan oleh setiap manusia, baik pribadi, keluarga, masyarakat pun bangsa dan dunia. Karena sebagian masyarakat disebut masyarakat sejahtera dan telah mencapai tingkat pendapatan jika memenuhi persyaratan antara 3 kriteria lainnya:
1. Kebutuhan utama seperti sandang makanan dan papan. Ini merupakan tempat yang sangat mendasar bagi tempat yang bernama manusia. Karenaya pula kemiskinan dan kefakiran yang membuat masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya, harus bisa diatasi bersama-sama dan setiap manusia harus memiliki motivasi yang kuat untuk mendorong guna mengatasinya.Manakala sisi ini sudah terpenuhi maka masyarakat sejahtera akan terwujud menjadi masyarakat yang memiliki harga diri yang tinggi, tidak mengemis, tidak memerlukan dan bahkan tidak korupsi seperti banyak yang terjadi pada saat ini, bahkan tidak akan berhasil.

2. Terpenuhinya ketenangan jiwa.
Hal ini karena masyarakat sejahtera, tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, tetapi juga memiliki kekuatan jiwa sehingga dapat mengatasi semua yang terjadi dan dapat diselesaikan dengan tuntunan Islam. Apalagi ketakwaan yang menjadi anggaran akan membuat orang-orang yang setuju persolan akan menemukan jalan keluar dari setiap pembicaraan. Terkait juga masalah ekonomi.

Ketiga, terwujudnya kasih sayang antar manusia, ini merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan bermasyarakat yang sejahtera. Karena tidak ada alasan bagi mereka untuk melakukan konflik dan mengembangkan alasan masing-masing bisa mengubah kehidupan dengan baik dan ini tentu saja ingin mengubah. Karena penting yang timbul pada individu atau keluarga dalam masyarakat niscaya akan mempengaruhi bagi anggota masyarakat yang lain. Oleh karena itu, kita semua harus menyadari bahwa untuk membawa negri dalam kehidupan yang sejahtera tentu saja kita harus menegakkan keadilan dari segala bidang hokum, politik, pendidikan dan ekonomi. Memang ini tugas yang sangat berat. Karena dibutuhkan bukan hanya dukungan dalam sikap dan persetujuan,
Jangan membantah cerita bohong (tipuan), ujaran kebenciaan terhadap grup satu dengan grup lain, Jaga Budaya saling asih, asah dan asuh dengan sesama.

Pada akhirnya dengan kesadaran berkeadilan degala lapisan akan terwujudnya Kedamaiaan,
No Justice No Peace, Tidak ada keadilan maka tidak ada kedamaian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *