Artikel Hari Pers Nasional Ke 74

 

Peran pers sejak zaman dahulu, sungguh sangatlah besar pengaruh dan dampaknya di tengah-tengah kehidupan manusia.

Pers yang memiliki Produk, Media Cetak, Online dan Televisi merupakan salah satu wadah informasi masyarakat yang mengantarkan berbagai berita Politik, Hukum, Sosial, Pendidikan, Ekonomi, Bisnis Kesehatan Bahkan Hiburan.

Pers Menurut Drs. Bambang Diponegoro, M. Sc dapat diartikan sebagai penyiaran pikiran, sebuah gagasan atau berita bisa dengan kata -,kata Ucapan maupun tertulis.

Pers dalam arti luas dikategorikan media massa communications yang menyampaikan pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan lisan.

Pers di Indonesia memiliki perjalanan panjang. Pada masa pra kemerdekaan, Pers merupakan aktivis terpelajar kaum intelektual untuk menyerukan kemerdekaan dan persatuan. Masa kini, pers adalah sebagai pilar keempat merupakan wadah berdemokrasi ditempatkan pada barisan terdepan dalam mengawal serta kepanjangan tangan dari rakyat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Pers bisa menjadi corong pemerintah untuk mencerdaskan masyarakat tentang pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Maka secara umum peranan pers sangat berpengaruh terhadap pembangunan yang membentuk peradaban manusia.

” Untuk Itu, Humas di Pemerintah Pusat, Maupun di Daerah, jangan pernah risih bila di telphone oleh para awak media, karna mereka mimiliki waktu 24 Jam.” Ujar Pendiri LBH Gajah Mada Satya Dharma ini

 

Pers Alat Pemersatu Bangsa.

 

Masih menurutnya, tugas pokok fungsi media memiliki tiga peran, yakni fungsi berita, hiburan, serta kontrol sosial berjalanya pembangunan negara. Maka tak heran, pers selalu ditempatkan sebagai bagian dari indikator penting maju dan mundurnya pembangunan bangsa.

” Orang bisa tersenyum, tertawa, kecewa, tiba-tiba menangis, spontan marah, dan bahkan ada yang mendadak terkena serangan jantung, semuanya bisa terjadi karena pemberitaan pers, Termasuk pecahnya Perang Dunia II tidaklah terlepas dari akibat adanya pemberitaan-pemberitaan provokatif dari sejumlah pers di negara-negara adikuasa, Singkat kata, otak manusia di muka bumi ini bisa “dikendalikan” oleh pers.” Terang Drs Bambang Diponegoro yang juga Komisaris Perusahaan Kantor berita ini.

Dipandang dari sudut Sejarah, pers merupakan salah satu penggagas beridirinya bangsa Indonesia. Peristiwa Sumpah Pemuda, pers pada waktu itu sebagai alat pemersatu bangsa. Tentu ini memiliki nilai besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

” Seiring perkembangan zaman, pers saat ini selangkah lebih maju lagi sebagai bagian dari penyeru kemerdekaan Indonesia, bahkan mengawal dan mempertahankan kemerdekaan yang bediri tegak lurus menyuarakan kepentingan rakyat dan menumbuhkan rasa nasionalisme bangsa”. Terangnya.

Lebih lanjut, Beliau menyampaikan, Dengan Semangat patriotisme kebangsaan di Hari Pers Nasional Ke 74 ini, Pers harus diberikan pada generasi bangsa, agar mereka mengenal bagaimana peran penting pers dalam kemerdekaan serta pasca kemerdekaan. Dengan itu, generasi masa akan datang bisa lebih pandai dan memiliki karakter untuk terus mengembangkan dan tumbuh mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta lebih menghargai apa yang telah dituangkan para pejuang pena di masa itu.

Selamat Hari Pers Nasional Ke 74, Pers Sehat Negara Kuat. “

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *